Memuat...
Memuat...

REALSH HEPTAHELIX MODEL merupakan nama suatu model manajemen restorasi mangrove berbasis ekowisata. Model ini diciptakan oleh Lintong dkk melalui serangkaian proses penemuan ilmiah dengan memanfaatkan algoritma genetika. Sumber data dieksplorasi dari tiga lokus mangrove restorasi yang berada di Semenanjung Minahasa, yang masing-masing memiliki karakter ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan sejarah restorasi tersendiri, sehingga memperkuat kehandalan model. Realsh merupakan akronim dari research (riset), adventure (petualangan), limitation (jumlah terbatas), study (belajar mangrove), dan historical (historika), yang merupakan komponen atraksi. Heptahelix karena berisikan tujuh (hepta) komponen yang diasumsikan menjadi penggerak dalam kolaborasi, yakni akademisi, masyarakat lokal, pemerintah, lembaga konservasi, media, komunitas wisata, dan pengusaha. Agregasi realsh dan heptahelix menghasilkan fusi komponen atraksi dan kolaborasi, menjadi suatu model yang disebut realsh heptahelix model. Desain model dilakukan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekowisata dan teknik restorasi mangrove ke dalam kawasan mangrove restorasi. Karena integrasi model ini mencakup ekowisata, produk utama dari proses integrasi tersebut ialah model restorasi mangrove berbasis ekowisata (ecotourism-based mangrove restoration model) atau model ekowisata mangrove restorasi (mangrove restoration ecotourism model). Nomenklatur pertama mengacu pada perspektif manajemen, sementara nomenklatur kedua lebih fokus pada aspek penamaan sebagai suatu destinasi. Realsh Heptahelix Model merupakan suatu pendekatan inovatif dan kebaruan dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan upaya restorasi. Tujuan utama dari model ini ialah memberikan kontribusi terhadap pemulihan fungsi ekologi mangrove dan meningkatkan manfaatnya secara berkelanjutan. Agregasi antara komponen-komponen heptaheliks dengan elemen-elemen atraksi pilihan yang dihasilkan melalui permodelan ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam rangka restorasi mangrove dan pengembangan destinasi wisata yang lebih menarik di masa depan. Kawasan mangrove yang telah dan tengah mengalami proses restorasi memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara optimal dalam sektor ekonomi, sosial budaya, dan ekologi secara berkelanjutan. Dalam konteks pariwisata, kawasan mangrove restorasi juga dapat dikelola sebagai destinasi wisata baru yang menarik, dengan tetap mengedepankan prinsip pemanfaatan berkelanjutan serta mendukung upaya restorasi mangrove.