Memuat...
Memuat...

Reiner Emyot Ointoe
Buku ini mengulas berbagai hal yang teramati sang penulis selama beberapa waktu terakhir. Ada 67 risalah kritik ontologi epistemologi yang termuatkan dalam buku ini yang dipilih dari puluhan esai yang ditulisnya selama rentang tahun 2024-2025. Dan jumlah 67 esai merupakan wujud dari pencapaian usia penulis ke-67 tahun pada Oktober 2025. Esai-esai tersebut termunculkan dari hasil pendalaman intelektual penulis yang dirawatnya dengan menyusuri jejak-jejak referensi bacaan klasik maupun mutakhir serta mencermati segala bentuk diskursus pengetahuan dan informasi di laman media sosial. Banyak hal dan informasi bakal terkuak ketika membaca buku ini, terutama terkait dengan teropongan penulis yang fokus pada persektif kebudayaan dan filsafat, terpadu dengan sains.

Dr. Ir. Jeannette Femmy Pangemanan, M.Si. | Dr. Jardie Androkles Andaki, S.Pi., M.Si | Dr. Sipriana S. Tumembouw, S.Pi, M.Si | Dr. Ir. Swenekhe Sandra Durand, M.Si | Prof. Dr. Ir. Rene Charles Kepel, DEA
Budidaya karamba jaring apung (KJA) telah memberikan kontribusi besar bagi produksi perikanan ikan tawar di suatu daerah. Perairan terbuka, terutama danau, dijadikan area budidaya karamba jaring apung. oleh masyarakat sekitar. Hasilnya pun telah memberikan pendapatan bagi masyarakat pesisir danau, seperti di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Aktivitas budidaya karamba jaring apung yang semakin bertambah, telah ikut pula mempengaruhi kondisi lingkungan perairan di danau. Seperti di Danau Tondano, yang terindikasi adanya kerusakan dan pencemaran air, bahkan pendangkalan danau. Padahal, Danau Tondano dikenal memiliki banyak fungsi untuk Sulawesi Utara, seperti sumber air baku penduduk bagi Minahasa dan Manado melalui PDAM, pembangkit listrik, pariwisata, irigasi pertanian, hingga aktivitas perikanan. Layanan fungsi danau pun terganggu oleh eceng gondok yang tumbuh meluas, seiring dengan peningkatan kesuburan danau oleh buangan sisa pakan ikan dari jaring apung. Tinjauan kelayakan budidaya ikan karamba jaring apung dari sisi ekonomi dan lingkungan penting dilakukan. Buku ini menyajikan analisis daya dukung ekologis dan ekonomis budidaya karamba jaring apung Danau Tondano. Harapannya usaha karamba jaring apung dapat dikelola secara berkelanjutan dan layanan multifungsi danau terus lestari.

ReO Fiksiwan
Buku ini ditulis oleh ReO Fiksiwan merupakan karya ke-37 penulis yang bernama asli Reiner Emyot Ointoe. Karya ini menjadi refleksi intelektual dalam melintasi perjalanan usia (dan penikahannya) yang sudah lebih dari setengah abad. Seperti terpaparkan dalam catatannya, buku 30 Esai Hari Pernikahan & 66 Puisi Eulogia Usia, ditulis ReO Fiksiwan sebagai persembahan dirinya memperingati kelahiran, memasuki usia 66 tahun dan 30 tahun hari pernikahan. Tigapuluh esai merupakan catatan-catatan berserakan yang dituliskan penulis di berbagai laman (FB, X, IG, WAG), sedangkan 66 puisi eulogi itu merupakan karya penulis yang umumnya ditulis ketika buku ini sedang dikerjakan

Afriza Yelnetty
Bahan pangan dari ternak, seperti susu, telur, dan daging, dikenal memiliki nilai nutrisi yang baik. Namun bahan pangan ini memiliki kerentanan terkontaminsasi, mudah mengalami kerusakan, dan tak layak untuk kebutuhan konsumsi. Karena penanganan yang baik, tepat, dan cepat, sangat diperlukan terhadap bahan konsumsi manusia ini.Pengetahuan mengenai ekosistem mikroorganisme pada bahan pangan ternak, sangatlah diperlukan. Buku ini menyajikan kajian mikrobiologi susu, telur, dan daging, sehingga bahan pangan dari ternak ini, layak konsumsi dan terjaga nilai gizinya. Satu per satu dipaparkan pula sumber kontaminsasi, indikasi kerusakan, faktor-faktor kerusakan yang sering terjadi, baik pada air susu, daging, bahkan telur. Termasuk pula disajikan teknik-teknik untuk isolasi beberapa bakteri patogen yang ada pada bahan pangan tersebut.Buku ini diharapkan dapat mempermudah pembaca, untuk lebih memahami mikrobiologi pada bahan pangan, khususnya pada telur, daging dan susu.

Dr. Ir. Diane J. Kusen, M.Si | Prof. Dr. Ir. Winda Mercedes Mingkid, M.Mar.Sc | Prof. Dr. Ir. Rene Charles Kepel, DEA | Dr. Ir. Reiny Antonetha Tumbol, M.App.Sc | Dr. Ir. Novie Pankie Lukas Pangemanan, M.Si | Dr. Sipriana S. Tumembouw, S.Pi, M.Si | Ir. Joppy Denny Mudeng, M.Si
Budidaya karamba jaring apung semakin diminati pelaku budidaya. Di banyak tempat perairan air tawar, terutama areal danau, mudah dijumpai areal budidaya karamba jaring apung. Karamba jaring apung telah ikut berkontribusi bagi aktivitas ekonomi penduduk sekitar danau. Seiring dengan makin pesatnya aktivitas budidaya karamba jaring apung, memunculkan kekhawatiran aktivitas budidaya ini berdampak pada lingkungan perairan. Sisa pakan yang mengalami pembusukan dan ekskresi dari feses ikan dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan sedimentasi danau. Buangan limbah dari kegiatan budidaya ini pun dapat berkontribusi terhadap kesuburan danau dan menyebabkan blooming tumbuhan eceng gondok, kemudian menutup permukaan danau. Kondisi ini sudah terjadi di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Padahal, danau Tondano ini memiliki peran multifungsi bagi masa depan Sulawesi Utara, mulai dari sumber air baku bagi penduduk, pembangkit listrik, irigasi pertanian, aktivitas perikanan, pariwisata, hingga ekosistem DAS. Buku ini mengungkap dan mengedepankan teknik budidaya karamba jaring apung yang efektif dan efisien, berproduktivitas tinggi, serta ramah lingkungan. Dampak lingkungan perairan dari aktivitas budidaya diharapkan terus diminimalkan. Dipaparkan penerapan dan pengelolaan teknis budidaya karamba jaring apung yang tepat dan benar, pengaturan musim tanam, pemberian pakan (jenis, kualitas, cara), dan penebaran yang tepat. Termasuk pula mencegah dan menanggulangi terjadinya aer lewo, seperti terjadi di Danau Tondano yang dapat menyebabkan kematian massal ikan.

Prof. Dr. Ir. Rene Charles Kepel, DEA | Prof. Dr. Ir. Rignolda Djamaluddin, M.Sc | Dr. Oktavianus Lintong, S.Pi., M.Si
REALSH HEPTAHELIX MODEL merupakan nama suatu model manajemen restorasi mangrove berbasis ekowisata. Model ini diciptakan oleh Lintong dkk melalui serangkaian proses penemuan ilmiah dengan memanfaatkan algoritma genetika. Sumber data dieksplorasi dari tiga lokus mangrove restorasi yang berada di Semenanjung Minahasa, yang masing-masing memiliki karakter ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan sejarah restorasi tersendiri, sehingga memperkuat kehandalan model. Realsh merupakan akronim dari research (riset), adventure (petualangan), limitation (jumlah terbatas), study (belajar mangrove), dan historical (historika), yang merupakan komponen atraksi. Heptahelix karena berisikan tujuh (hepta) komponen yang diasumsikan menjadi penggerak dalam kolaborasi, yakni akademisi, masyarakat lokal, pemerintah, lembaga konservasi, media, komunitas wisata, dan pengusaha. Agregasi realsh dan heptahelix menghasilkan fusi komponen atraksi dan kolaborasi, menjadi suatu model yang disebut realsh heptahelix model. Desain model dilakukan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekowisata dan teknik restorasi mangrove ke dalam kawasan mangrove restorasi. Karena integrasi model ini mencakup ekowisata, produk utama dari proses integrasi tersebut ialah model restorasi mangrove berbasis ekowisata (ecotourism-based mangrove restoration model) atau model ekowisata mangrove restorasi (mangrove restoration ecotourism model). Nomenklatur pertama mengacu pada perspektif manajemen, sementara nomenklatur kedua lebih fokus pada aspek penamaan sebagai suatu destinasi. Realsh Heptahelix Model merupakan suatu pendekatan inovatif dan kebaruan dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan upaya restorasi. Tujuan utama dari model ini ialah memberikan kontribusi terhadap pemulihan fungsi ekologi mangrove dan meningkatkan manfaatnya secara berkelanjutan. Agregasi antara komponen-komponen heptaheliks dengan elemen-elemen atraksi pilihan yang dihasilkan melalui permodelan ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam rangka restorasi mangrove dan pengembangan destinasi wisata yang lebih menarik di masa depan. Kawasan mangrove yang telah dan tengah mengalami proses restorasi memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara optimal dalam sektor ekonomi, sosial budaya, dan ekologi secara berkelanjutan. Dalam konteks pariwisata, kawasan mangrove restorasi juga dapat dikelola sebagai destinasi wisata baru yang menarik, dengan tetap mengedepankan prinsip pemanfaatan berkelanjutan serta mendukung upaya restorasi mangrove.

Dr. Ir. Swenekhe Sandra Durand, M.Si | Prof. Dr. Ir. Rene Charles Kepel, DEA | Prof. Dr. Ir. Desy Maria Helena Mantiri, DES, DEA | Dr. Sipriana S. Tumembouw, S.Pi, M.Si
Buku ini mengungkap pengalaman keterlibatan dan partisipasi warga masyarakat dalam pengelolaan mangrove. Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga keberlanjutan area mangrove agar dapat dikelola secara berkelanjutan. Mangrove terjaga, dan masyarakat dapat memperoleh manfaat melalui program yang berkaitan dengan ekonomi maupun ekologi. Pengalaman yang terpotretkan pada masyarakat pesisir Manado, khususnya di Kecamatan Bunaken ’daratan’ (Molas, Meras, dan Tangkaina), menarik untuk dikaji dan terinformasikan. Bukan hanya karena warga di kecamatan ini masuk wilayah Taman Nasional Bunaken, melainkan pula aktivitas yang dilakukan warga setempat membangun dan menguatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove dan sumberdaya pesisir. Masyarakat pesisir Manado di Bunaken ’daratan’ ini, telah memberikan contoh, seiring dengan dukungan dari berbagai pihak. Meski masih terus berproses dan mencari solusi terbaik, wujud partisipasi masyarakat ini mampu memadukan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan, berjalan seiringan. Area mangrove di pesisir Manado ini tetap terjaga dan terlestarikan, serta terus dikunjungi orang dari penjuru nusantara dan dunia.
Dr. Seska Meily Hermin Mengko, M.Pd
Buku ini membahas kepemimpinan mempengaruhi kepuasan dan spiritual kerja, hingga efikasi diri. Kuncinya pada kepemimpinan yang melayani. Kepemimpinan melayani memberikan dampak positif, bahkan dapat meningkatkan kepuasan dan spiritual kerja, serta efikasi diri. Konsep kepemimpinan melayani, seperti terpaparkan dalam buku ini, berfokus pada pemenuhan kebutuhan orang lain. Kepemimpinan yang melayani menempatkan kebutuhan dan kepentingan orang lain di atas kepentingan mereka sendiri. Pemimpin yang melayani berusaha untuk mengubah pengikutnya untuk berkembang lebih baik, lebih bijaksana, lebih bebas mengekspresikan ilmu, lebih otonom, dan lain-lain. Ragam karakteristik kepemimpinan melayani, secara khusus diulas secara apik dalam buku ini. Buku ini penting untuk pengembangan ilmu-ilmu pendidikan dan ilmu manajemen pendidikan khususnya, serta bermanfaat bagi akademisi dan mahasiswa yang mendalami aspek kepemimpinan, efikasi, hingga spiritual dan kepuasan kerja.
Muhammad Indra Furqon
Gratifikasi masih belum dipahami banyak orang. Berbagai survei menunjukan banyak orang, khususnya pegawai negeri yang belum memahami apa itu gratifikasi dan bahkan beberapa pejabat negara terjerat kasus tindak pidana korupsi gratifikasi. Kondisi ini diperparah dengan adanya kesan di masyarakat, kebiasaan memberikan gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara sudah menjadi tradisi atau budaya yang berkembang di Indonesia. Buku ini merupakan salah satu ikhtiar untuk berkontribusi dalam meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat bahwa gratifikasi itu adalah budaya masyarakat Indonesia. Melalui buku ini penulis mendeligitimasi pemahaman budaya gratifikasi menjadi budaya antigratifikasi sehingga mendorong pembaca untuk meningkatkan dan merawat integritas agar dapat berkontribusi dalam membangun budaya antigratifikasi di lingkungan kerja masing-masing. Harapannya, budaya antigratifikasi dapat terwujud di Negara Kesatuan Republik Indonesia.